"Itukan kolomnya sangat kecil, jadi kalau di contreng takut keluar kolom. Amannya ya saya coret saja," ujarnya sambil tertawa.
Hal itu dikatakan pria yang akrab disapa Cak Imin itu usai menyalurkan aspirasi demokrasi di TPS 07 Jalan Denpasar 2, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2009).
Cak Imin yang mengenakan kemeja putih dengan aksen garis-garis kecil itu menilai kertas terlalu besar. Namun kolom sangat kecil dan juga pulpen juga terlalu kecil. Akibatnya, akan menjadi sangat rawan pada saat penghitungan suara.
"Harus lebih diteliti. Kalau untuk pemilih tua rada berat. Makanya saya tak centrong, tapi garis," kata Cak Imin yang didampingi istrinya.
Lalu siapakah jagoan Cak Imin pada Pemilu 2009? "Kalau saya ya jangan di tanya nyontreng siapa, ya pastilah partai sendiri. Masa orang lain," sambil tertawa lebar.
(asp/ken)











































