"Ini tidak adil. Pemilu harus ditunda," ujar Karman, Kamis (9/4/2009).
Sejumlah orang kemudian berusaha menenangkan Karman. Namun usaha itu tidak digubris Karman. Dia terus memaki-maki para petugas dan meminta pemungutan suara dihentikan.
Karman tidak sendirian. Caleg PPP lainnya, Herman, juga melakukan hal yang sama. Nama Herman memang tertulis di surat suara, namun nomor urutnya tertukar dengan caleg lain. Herman seharusnya berada di nomor urut 10 tetapi tertukar menjadi nomor urut 9.
"Ini sangat merugikan diri saya dan PPP. Pemilu ini sungguh tidak adil dan sangat kacau," teriak Herman.
Kedua caleg ini kemudian meninggalkan TPS 8. Mereka pergi menuju kantor KPUD Kota Makassar, Jl Toddopuli, untuk melakukan protes yang sama.
(djo/djo)











































