Kebingungan warga ini terdengar dari keluhan mereka di tempat pemungutan suara (TPS) 060, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/4/2009).
Empat kertas surat suara yang ukurannya sebesar koran harian harus mereka cermati satu per satu di bilik suara. Tidak kenal caleg DPR dan DPRD, mereka tinggal mencontreng nama atau gambar partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kok lama banget sih Bu?" tanya detikcom yang saat itu ikut mengantre.
"Habis bingung mau milih yang mana. Apalagi yang di DPD, kok cuma Ginandjar yang beken. Kalau yang DPR sama DPRD kita bisa milih partai, kalau DPD saya mikir," ujar seorang ibu paruh baya, Dian.
"Iya kok cuma Ginandjar sih yang beken? Yang lain ini bukannya malah kampanye," ujar warga lainnya.
"Iya kayak ujian aja milihnya, sampai bingung," timpal yang lainnya.
"Boleh nyontek nggak Bu?" celetuk warga lain dari bilik suara kepada petugas TPS.
Tak heran, bukannya langsung mencontreng saat di bilik suara, warga malah ngobrol lebih dulu. 4 Bilik suara pun menjadi saksi kebingungan warga di TPS yang menerima 230 warga di daftar pemilih tetapnya.
(nwk/iy)











































