Astri Pratiwi, demikian perempuan itu mengaku punya nama, mendatangi Kantor KPU di Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2009) pukul 07.30 WIB. Melihat penampilannya, baju kuning lengan panjang dan celana jeans biru serta make up di wajah yang cukup mencolok, sekilas orang tak akan menyangka perempuan ini memiliki 'kelainan.'
Dengan gaya penuh percaya diri Astri memasuki gerbang KPU dan langsung hendak nyelonong masuk ke dalam gedung. Namun tentu saja urusan tak segampang itu. Petugas keamanan yang menjaga gerbang dan posko tak tinggal diam. Dengan sigap mereka mengejar dan menyuruh perempuan itu melapor ke posko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mau diapain? Saya mau diapain?" teriaknya saat Kaposko Mantabrata KPU AKP Gede Wisnu menyuruhnya melapor ke posko.
Tentu saja pertanyaan yang disampaikan dengan nada agak histeris itu membuat Wisnu agak salah tingkah. Namun dia tetap membujuk dengan halus. Setelah dibujuk berulang-ulang, akhirnya Astri menurut juga. Dia bersedia mencatatkan namanya di buku tamu.
Disaksikan dengan senyum para personel Brimob yang menjaga KPU, dia menuliskan namanya di buku. Tengoklah apa yang dia tulis.
Nama: Astri Pratiwi
Instansi: Kepala Humas Komisi Pemilihan Umum
Tujuan: Melaporkan tentang PPS identification yang dicurigai juga tentang kemungkinan KPU menyediakan TPS yang lebih aman dan terjamin.
Meski tulisannya cukup rapi, namun isinya justru membuat bingung. Kepala Humas KPU? Sejak kapan Kahumas KPU perempuan? Entah bagaimana perasaan Drs Maksum Wijaya Kusumah jika tahu jabatannya diambil alih orang tak dikenal secara seenaknya.
Belum lagi tujuan perempuan itu datang ke KPU, tidak dia tulis dengan jelas. Malahan ada 1 kata yang menggunakan bahasa Inggris namun tidak kontekstual.
Namun agaknya maksud perempuan yang mengaku beralamat di Utan Kayu ini tidak buruk. Secara lisan dia mengaku hendak menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara di KPU.
"Saya mau mencontreng," akunya dengan nada suara melengking tinggi.
Sayangnya di KPU tak terdapat satu pun TPS. Entah dari siapa perempuan ini memperoleh informasi dirinya terdaftar di TPS 'gaib' KPU.
Sadar kalau perempuan itu agak bermasalah, Wisnu tak membiarkannya memasuki gedung. Namun Astri bersikukuh. Dia bersikeras hendak memasuki gedung dan menemui Ny Murni. Entah siapa Ny Murni yang dia maksud.
Wisnu pun memperoleh akal untuk 'mengenyahkan' perempuan itu. Dengan mengapusinya hendak mempertemukan dengan Ny Murni, Wisnu berhasil membujuk Astri masuk ke dalam mobil polisi. Astri yang mengira dirinya akan dipertemukan dengan orang yang dicarinya akhirnya menurut saja.
Wisnu pun tampak puas dengan 'tekniknya' menundukkan perempuan itu. Setelah Astri masuk ke mobil usai hampir setengah jam berkutat dengan petugas keamanan, Wisnu menyuruh sopir membawanya ke kantor kecamatan.
"Simpel kan? Nggak ada yang sulit kalau sama Wisnu," ujarnya bangga.
(sho/nrl)











































