"Undangan ke TPS yang tidak semua orang dapat, KPU yang belum membereskan logisitik, dan pemilu yang diselenggaran pada libur panjang akan mempengaruhiΒ partisipasi pemilih," kata Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Jeirry Sumampow.
Hal ini disampaikan Jeirry seusai konferensi pers yang digelar Koalisi
Masyarakat Peduli Pemilu (KMPP) di Gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta
Pusat, Rabu (8/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekurangan kertas suara yang belum diganti membuat pemilih tidak kebagian kertas suara dan tidak jadi memilih," ujar Yulianto.
Yulianto menambahkan, kebijakan KPU yang mempersilakan pemilih ber-KTP yang tidak masuk DPT untuk ikut memilih tidak diimbangi dengan ketersediaan
formulir A5 yang digunakan sebagai pendukung. "Bagaimana bisa ikut milih, formulir A5-nya saja kurang," keluh Yulianto.
Selain itu, Yulianto juga menyampaikan satu masalah sepele yang menurutnya
mengakibatkan kecilnya tingkat partisipasi masyarakat.
"Keterbatasan waktu memilih membuat masyarakat yang datang telat atau
ngantri lama malas mencontreng," ujar Yulianto.
(van/aan)











































