Tak Masuk Hitungan Lembaga Survei, Parpol Kecil Tetap Optimistis

Tak Masuk Hitungan Lembaga Survei, Parpol Kecil Tetap Optimistis

- detikNews
Rabu, 08 Apr 2009 15:48 WIB
Tak Masuk Hitungan Lembaga Survei, Parpol Kecil Tetap Optimistis
Jakarta - 5 Lembaga survei telah membeberkan hasil survei prediksi Pemilu Legislatif 2009. Namun tidak satu pun partai kecil yang diprediksi masuk ke Senayan. Meski demikian, partai pendatang baru optimistis bisa lolos ke DPR.

"Dari ke 5 lembaga survei hasilnya cukup aneh karena hasilnya satu sama lain berbeda jauh. Padahal dengan metode yang dipakai sama, sistem yang sama, di 33 propinsi yang sama tetapi hasilnya tidak sama. Tidak ada yang bisa menjamin validitas survei ini," kata Sekjen Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan), Jackson Kumaat, saat dihubungi detikcom, Rabu, (8/4/2009).

Lebih lanjut, dia mencontohkan, Partai Gerindra ada yang hasil survei 3,10%
tetapi ada juga yang hasilnya 15,60%. Perbedaan sampai dengan 12% di 33
propinsi yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian juga Partai Hanura yang hasilnya 1,02% tapi ada yang hasilnya 3,60%. Demikian juga dengan PKS yang hasilnya 4,43% tetapi lembaga lain hasilnya 9,70%. "Jadi siapa yang menjamin hasil survei," ujarnya.

Nasib serupa juga di alami oleh Partai Golkar yang hasilnya 12,20% di salah
satu lembaga survei tapi ada yang hasilnya 18,05%. Perbedaan yang sama juga
dialami oleh Partai Demokrat, di mana satu lembaga menempatkan perolehan
hasil 19,30 %, tapi lembaga lain 26,60% dengan perbedaan 7,30%.

"Bahkan untuk PDIP ada yang memprediksi perolehan suara 13,50% tapi ada juga yang
17,77 %," kata Jackson.

Melihat fenomena perbedaan hasil survei ini menjadikan partai kecil tetap
optimis. Dia mencontohkan, jika Pakar Pangan ada yang bilang di posisi 0,1
%, bisa saja ada lembaga lain menyebutkan Pakar Pangan di 12%, 7% ,5% ,4%
dan 3%.

"Jadi kami yakin bisa lolos Parlementry Threshold dan duduk di DPR," tegasnya.

Menanggapi banyaknya hasil survei, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN), Umar S. Bakery mengaku jika survei tergantung biaya. LSN dalam sekali survei mematok harga sekitar Rp 800 juta dengan 1.230 responden. Akibatnya, margin error pun sangat tinggi yaitu 2,8 %.

"Ini berarti hasil survei suatu partai, bisa naik dan turun dalam range 2,8 %. Kami akui jika margin error survei ini terlalu besar. Idealnya margin error 1,5. Tapi
gimana lagi, semua tergantung biaya," kata Bakery pada saat melaunching hasil surveinya dalam Konferensi Press di Hotel Century Atlet, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 6 April.
(asp/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini