"Banyak warga yang tercantum di dalam DPS tapi tidak terdaftar di DPT," ujar Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Adang Ruchiatna dalam jumpa pers di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/2009).
Adang mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penyisiran terhadap DPT resmi versi KPU. DPT itu sendiri baru mereka dapatkan 2 hari lalu setelah berupaya keras mencarinya. "Kalau kami dapatkan sejak dulu sudah sejak dulu pula sudah kami mainkan," kata Adang.
Dari penyisiran itu mereka dapatkan berbagai kejanggalan yang menjadi indikasi kecurangan tersistematisir. Misalnya ada banyak sekali nama ganda yang terpisah ke
dalam lebih dari 1 TPS.
"Nama Ade Prabowo ada di 2 TPS di Desa Cideng Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Yang satu di TPS 33 yang satu di TPS 34. Namanya sama, tanggal lahir sama, data lainnya juga sama," kata Adang memberi contoh.
Kekacauan lain adalah ada nama warga yang tidak berhak memilih tapi tercantum di DPT. Misalnya, seorang Kapten Kopassus aktif ditemukan terdaftar sebagai pemilih di RT 009 RW 10 Pondok Labu.
Di Cengkareng,Jakarta Barat saja, imbuh Adang, terdapat 2.500 pemilih dengan NIK sama. "Pokoknya banyak sekali. Kalau saya bacakan semua sampai sore, terlalu banyak," kata Adang.
Menurut Adang, berbagai indikasi yang mereka temukan menunjukkan adanya upaya
kecurangan yang disengaja dari pihak tertentu. Dan kecurangan itu dilakukan dengan
cara yang mencolok.
"Harusnya kalau mau menipu yang bagus dikit lah," ucapnya yang disambut tawa para
wartawan dan puluhan fungsionaris PDPI lainnya.
Lebih lanjut Adang mendesak KPU menindaklanjuti persoalan itu. "Kami pikir setlah peristiwa Pilkada Jatim nggak akan terjadi lagi di daerah lain. Tapi saya dengar di banyak tempat bermasalah," ujarnya.
Menanggapi permintaan DPD PDIP DKI Jakarta itu, KPU mengaku akan menindaklanjutinya. Meski begitu, KPU bersikukuh bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur sesuai yang ditetapkan undang-udang.
"Kita akan pelajari masukan ini meskipun waktunya mepet," kata anggota KPU
Syamsulbahri yang menerima kedatangan sekitar 30 orang dari rombongan PDIP.
(sho/yid)











































