Di Solo, KPU Coret 2.117 Nama Pemilih di DPT

Di Solo, KPU Coret 2.117 Nama Pemilih di DPT

- detikNews
Rabu, 08 Apr 2009 13:38 WIB
Di Solo, KPU Coret 2.117 Nama Pemilih di DPT
Solo - KPU Kota Surakarta mencoret 2.117 nama yang tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT). Sebagian besar nama yang dicoret adalah nama yang terdaftar secara ganda. Sedangkan pemilih terdaftar yang tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK) tidak dicoret dari DPT.

2.117 nama tersebut terdiri dari 831 orang sudah meninggal dunia, 85 orang pemilih masih berusia di bawah 17 tahun, 1.182 orang tercatat sebagai nama ganda dan 19 nama adalah anggota TNI/Polri. Selain itu ada 951 nama terdaftar di DPT yang tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK).

"Untuk pemilih yang tidak memiliki NIK, kami tidak mencoret dan tetap bisa menggunakan hak pilih karena dari hasil penelusuran memang banyak warga yang belum memiliki NIK," papar Anggota KPU Kota Surakarta yang membidangi Hubungan Antarlembaga, Data dan Informasi, Agus Sulistyo, Rabu (8/4/2009).

Selain persoalan tersebut, KPU Kota Surakarta juga mencatat 295 warga Solo yang tidak bisa menggunakan hal pilihnya karena tidak tercatat dalam DPT. Agus mengatakan, pihaknya tidak mampu berbuat banyak karena KPU mengetahui hal tersebut baru dalam beberapa hari terakhir.

Agus memaparkan 295 orang yang dilaporkan tidak tercatat dalam DPT itu tetap tidak bisa menggunakan hak pilih dalam Pemilu legislatif yang akan digelar Kamis besok. Namun KPU menjamin nama-nama tersebut akan dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Presiden pada bulan Juli mendatang.

Bahkan Agus cukup terhenyak ketika mengetahui sebagian besar nama-nama yang tidak terdaftar itu tinggal dalam satu lokasi pemukiman. Disebutkannya, ada 124 warga RT 5 RW 7 Kalurahan Semanggi dan 113 warga RT 2 RW 5 Kalurahan Joyotakan yang tidak masuk dalam DPT.

"Kenyataan ini cukup mengagetkan karena ada sebegitu banyak warga yang tinggal di satu lokasi bisa terlewatkan. Namun kami tidak bisa mengusahakan mereka masuk DPT karena kami baru mengetahuinya dalam tiga hari terakhir. Dalam Pilpres nanti nama mereka akan masuk DPT," lanjut Agus Sulistyo.

(mbr/djo)


Berita Terkait