"Kami mengakui ada kekurangan. Tapi kami berharap tidak ada kecurangan. Sudah menjadi kewajiban kita semua untuk mensukseskan pemilu ini dengan baik,lancar, dan jujur," ujar Ketua PPLN Kuala Lumpur, Teguh Cahyo Hendro Cahyono, di Kuala Lumpur, Selasa (7/4/2009).
Teguh mengatakan, banyaknya surat suara tak bertuan karena banyaknya nama calon pemilih yang ganda dalam DPT. Hal itu terjadi disebabkan proses pendataan di keimigrasian KBRI Kuala Lumpur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teguh lalu menjelaskan, sebanyak 300 ribu calon pemilih dari 427 ribu DPT di wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur akan melakukan pemilihan melalui pos. Sedangkan 28 ribu melalui TPS dan sisanya melalui drop box. Sedangkan total jumlah DPT se-Malaysia sekitar 800 ribu.
Pemantau dari UNIMIG Indonesia, Muhammad Iqbal menambahkan, pelaksanaan pemilu dengan teknis undi pos yang berdasarkan DPT yang bermasalah di Malaysia sangat rentan terhadap kecurangan. Dia mencontohkan, dari total DPT di Serawak yang berjumlah 48 ribu pemilih, 90 persen pemilih di antaranya dilakukan melalui pos.
Dia mengungkapkan, dari temuannya di kota Miri yang berjarak 12 jam dari Kuching, ibukota Serawak, dari 14.363 DPT hanya sekitar 9.500 yang riil pemilihnya.
"Sisanya sudah banyak yang pulang ke Indonesia, atau lari dari majikan. Ini sangat rentan disalahgunakan, karena banyak surat suara tak bertuan sudah terlanjur dikirimkan," cetus Iqbal.
Hal yang sama juga terjadi di Johor. Anggota Panwaslu Johor Adriansyah mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya sekitar 209 surat suara tak bertuan dari salah satu partai politik.
"Kami menyambut baik langkah PKS ini dan sangat menghargai kejujuran yang telah ditunjukkan," kata anggota Waslu Johor, Adriyansyah dalam rilis yang diterima detikcom.
Adriyansyah melanjutkan, Panwaslu Johor akan merapatkan dan menindaklanjuti
temuan tersebut.
Ketua PKS Johor Teungku H. Azhari Jaelani mengatakan, berkaca pada pelaksanaan Pemilu 2004 di Malaysia, ribuan surat suara melalui pos dicoblos pada posisi yang sama untuk partai tertentu. "Dikhawatirkan kejadian yang sama akan berulang di pemilu 2009, yang tinggal beberapa hari ini," kata dia.
(rmd/aan)











































