"Polisi jangan distortif, sebab nanti menimbulkan kesan berpihak pada incumbent," pendapat pengamat politik dari LIPI Syamsuddin Haris saat berbincang dengan detikcom, Rabu (8/4/2009).
Menurut Syamsuddin, penanganan polisi harusnya sama seperti warga negara biasa lainnya. Karena kasus pencemaran nama baik tidak hanya dialami Ibas seorang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Syamsuddin menyarankan, Partai Demokrat jangan memanfaatkan kasus ini seolah menjadi pihak yang teraniaya. Karena bisa saja pihak yang terlapor terbukti benar.
"Politik penzaliman sekarang tidak laku lagi dan tidak selalu yang dizalimi itu pihak yang benar," tandasnya.
Sedangkan pengamat politik dari UI Maswadi Rauf menilai reaksi cepat polisi adalah hal yang wajar. "Ya wajar, kan anaknya Presiden," ujarnya.
Maswadi juga menilai bahwa kasus Ibas tidak akan berdampak pada citra Partai Demokrat. Hal ini karena proses hukum masih berlanjut.
"Saya rasa semua akan berdampak jika sudah ada putusan hukum," kata Maswadi.
(ape/nrl)











































