"Kalau benar busuk ya jangan dipilih. Tapi juga jangan menuduh orang tanpa data yang jelas," ujar Ketua DPP Partai Golkar Syamsul Muarif ketika dihubungi detikcom, Selasa (8/4/2009).
Syamsul pun menantang lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang merilis data itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Gerakan Nasional Tidak Pilih Politisi Busuk (Ganti Polbus), untuk menyerahkannya ke Golkar. Golkar siap menindaklanjuti laporan itu jika data itu memang benar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya ICW dan Ganti Polbus merilis 89 caleg dari berbagai parpol yang diidentifikasi adalah politisi busuk. Dari Partai Golkar ada 12 orang caleg. Kriteria politisi busuk menurut mereka adalah pertama boros, tamak dan korup, kemudian penjahat atau pencemar lingkungan, pelaku kekerasan HAM atau yang memberikan perlindungan bagi pelanggar HAM.
Pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan melakukan diskriminasi pada perempuan, pemakai narkoba dan pelindung bisnis narkoba, serta pelaku penggusuran dan tindakan yang tidak melindungi hak epoleksos (ekonomi, politik, sosial) buruh dan rakyat miskin.
(nwk/nwk)










































