Golkar: Kalau Politisi Busuk Ya Jangan Dipilih

Golkar: Kalau Politisi Busuk Ya Jangan Dipilih

- detikNews
Rabu, 08 Apr 2009 06:40 WIB
Golkar: Kalau Politisi Busuk Ya Jangan Dipilih
Jakarta - Partai Golongan Karya (Golkar) menantang Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan data 12 calon legislatifnya yang dinilai busuk. Jika benar politisi itu busuk, sebaiknya jangan dipilih dan akan ditindaklanjuti internal Golkar.

"Kalau benar busuk ya jangan dipilih. Tapi juga jangan menuduh orang tanpa data yang jelas," ujar Ketua DPP Partai Golkar Syamsul Muarif ketika dihubungi detikcom, Selasa (8/4/2009).

Syamsul pun menantang lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang merilis data itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Gerakan Nasional Tidak Pilih Politisi Busuk (Ganti Polbus), untuk menyerahkannya ke Golkar. Golkar siap menindaklanjuti laporan itu jika data itu memang benar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berikan ke Golkar, tunjukkan faktanya. Kita akan tindaklanjuti kalau tuduhan itu benar. Kalau mau mengajukan data, Golkar siap menerima. Kalau ada data kita siap menindaklanjuti," tandas Syamsul.

Sebelumnya ICW dan Ganti Polbus merilis 89 caleg dari berbagai parpol yang diidentifikasi adalah politisi busuk. Dari Partai Golkar ada 12 orang caleg. Kriteria politisi busuk menurut mereka adalah pertama boros, tamak dan korup, kemudian penjahat atau pencemar lingkungan, pelaku kekerasan HAM atau yang memberikan perlindungan bagi pelanggar HAM.

Pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan melakukan diskriminasi pada perempuan, pemakai narkoba dan pelindung bisnis narkoba, serta pelaku penggusuran dan tindakan yang tidak melindungi hak epoleksos (ekonomi, politik, sosial) buruh dan rakyat miskin.
(nwk/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini