"Kalau ada yang melakukan fitnah biar proses hukum yang menyelesaikan. Sayang sekali kalau politik Indonesia harus diwarnai dengan politik hitam," kata Andi dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Selasa (6/4/2009).
Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan, Naziri diperiksa polisi karena sering mempersoalkan dugaan tim sukses Ibas membagikan uang ke masyarakat sebesar Rp 100 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi pun yakin, tanpa harus menggunakan money politic, Ibas sapaan akrabnya bisa menang dalam Pemilu Legislatif. Bahkan anak kedua SBY ini pun tidak pernah berpikir akan membagi-bagikan sejumlah uang kepada pemilih.
"Kebetulan dapil 7 Jatim itu memang kampung halaman SBY. Kalau Ibas kepikiran pun tidak hal seperti itu," tegasnya.
Sementara itu, Ibas sendiri hingga kini masih sulit untuk dikonfirmasi. Telepon genggamnya tidak diangkat terus saat dihubungi detikcom.
(gus/iy)











































