"Memang ada ancaman yang kami dapat. Apakah itu mereka entah niat apa nggak, tapi yang jelas jangan sampai timbul apapun dalam demokrasi," ujar SBY setelah mengadakan Rapat Terbatas dengan semua menteri Kabinet Indonesia Bersatu di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2009).
SBY tidak menginginkan kekerasan seperti tragedi Mei 1998 terulang kembali pada pra atau pasca pemilu. Kalaupun ada niat dari masyarakat untuk melakukan gangguan keamanan, SBY meminta agar niat tersebut diurungkan. "Jangan sampai ada niat seperti itu," pintanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Panglima TNI Jendral Djoko Santoso mengatakan, adanya ancaman-ancaman menjelang pemilu diperoleh melalui berbagai sumber. Namun, dirinya enggan menyebutkan sumber yang dimaksudkannya.
"Sumber info dari mana saja, dan akan kita tindaklanjuti untuk bagaimana memmbuat langkah antisipasinya," ujar Panglima.
Khusus untuk wilayah Aceh, imbuhnya, personel keamanan tidak ditambah, meski dalam beberapa hari terakhir sempat terjadi ketidakstabilan keamanan.
(irw/iy)











































