"Pemilu 2009 masih hanya membuang uang puluhan triliun. Namun masih tetap menghasilkan sistem yang sama yang tidak lebih baik. Inilah alasan yang digunakan orang untuk golput," ujar pengamat politik Arbi Sanit.
Hal itu dikatakan Arbi dalam diskusi bedah buku karya Sri Bintang Pamungkas bertajuk 'Menantang Seorang Diktator Berjalan di Jerman' di Toko Buku Leksika, Jl Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa sampai sekarang negara belum bisa melayani rakyatnya? Karena anggaran negara habis untuk negara, bukan untuk rakyat. Hal ini terkait denga efisiensi pemerintahan. Misalkan kalau di luar, menteri hanya 15 orang. Di Indonesia kita punya 35 menteri," papar pria berambut dikuncir belakang ini.
Dosen UI ini juga menjelaskan, sistem pemerintahan di Indonesia terlalu rumit. Bahkan bisa dikatakan pemborosan.
"Kenapa sampai banyak level? Supaya dapat tempat untuk saudara-saudara. Ini permainan bagi-bagi rezeki negara melalui struktur negara," pungkas Arbi.
(nik/iy)










































