Pemuda Harus Mengawal Pemilu Berjalan Damai

Deklarasi Perhimpunan Indonesia Muda

Pemuda Harus Mengawal Pemilu Berjalan Damai

- detikNews
Selasa, 07 Apr 2009 13:50 WIB
Pemuda Harus Mengawal Pemilu Berjalan Damai
Jakarta - Sejumlah orang muda yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia Muda (PIM) meminta agar semua kalangan, khususnya para pemuda untuk mengawal pelaksanaan pemilu.

Para pemuda juga diminta untuk menggunakan hak pilihnya serta mewaspadai teror pemilu seperti black campaign, money politics, intimidasi dan manipulasi daftar pemilih tetap (DPT) yang digunakan saat masa tenang.

"Jangan sampai pemilu yang telah menghabiskan banyak biaya diciderai oleh
oknum-oknum yang ingin menggagalkan pesta demokrasi. Untuk itu, di masa
tenang ini seluruh pemuda diharapkan mewaspadai setiap usaha yang ingin merusak demokrasi," kata mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Fajar Zulkarnaen, di sela-sela deklarasi Perhimpunan Indonesia Muda di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, mantan Ketua Umum PP KAMMI Taufik Amrullah menyatakan, agar semua pihak untuk menjaga kedamaian selama berlangsungnya proses pemilu. Begitu juga kepada para peserta pemilu atau parpol serta calegnya untuk tidak bermain curang, mengedepankan etika politik dan bersikap siap kalah dan menang.

"Kami mengajak kepada pemuda Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya
dengan cerdas dan penuh tanggung jawab agar terpilih pemimpin dan wakil rakyat berintegrasi," jelasnya.

Dalam acara deklarasi itu, PIM selain menyerukan pemuda untuk mengawal
pemilu dan menggunakan hak pilihnya. Juga meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus menyelenggarakan pemilu secara adil, bebas, aman, langsung dan rahasia. Para pengawas juga harus diminta netral, tegas dan adil.

PIM yang merupakan kumpulan para mantan aktivis gerakan mahasiswa seperti
HMI, KAMMI, PMKRI, GPI, GMKI, KMHDI, Aktivis Seni Budaya, Masika ICMI, GMNI,
IMM, HIKMAHBUDHI, PMII dan PII ini juga meminta agar para caleg dan parpol
lebih beretika dalam politik. Para elite politik dan parpol harus mematuhi
aturan, tidak melakukan money politic, kampanye negatif, pembunuhan karakter.

(zal/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads