Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum juga
terwujud. Padahal diharapkan pertemuan tersebut mampu meredakan ketegangan
menjelang Pemilu Legislatif.
Menurut Ketua DPP PD, Andi Mallarangeng, agar pertemuan tersebut dapat tercapai,
kedua belah pihak harus proaktif untuk mewujudkannya. " Harus dua belah pihak," ujar Andi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa(6/4/2009).
Selama ini, menurut Andi, pihak SBY tidak masalah untuk bertemu Mega. Sejumlah
menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) pun pernah diutus untuk pertemuan ini.
"Di pihak Pak SBY tidak ada persoalan. Selama ini persoalan ada di Ibu Mega," kata Andi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa kali Pak SBY sudah kirim utusan, dan Ibu Mega juga sering diundang. Tapi kurang respons," sesal pria asal Makassar tersebut.
Koalisi dengan PKS
Sementara itu, ditanya soal rencana koalisi dengan PKS, Andi belum bisa memastikan apakah Demokrat akan berkoalsi dengan partai yang berasaskan Islam tersebut.
"Untuk rencana koalisi, kita tetap sesudah Pemilu Legislatif. Kalau ada orang yang dukung Pak SBY untuk jadi presiden, kita tidak bisa melarang," kata Andi.
Komunikasi-komunikasi yang selama ini dibangun, imbuhnya, cuma dimaksudkan untuk mendinginkan suhu politik menjelang hajatan lima tahunan ini.
(anw/yid)











































