Demikian disampaikan Sekjen PDIP Pramono Anung kepada wartawan seusai pertemuan 13 sekjen parpol di Rumah Makan Ayam Goreng Ny Suharti, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2009).
Kelima poin kesepakatan itu adalah, pertama, keberbedaan parpol tidak melunturkan kebersamaan sebagai sesama komponen bangsa. Kedua, semua kader dan simpatisan parpol wajib ikut mengamankan dan melancarkan pelaksanaan pemungutran suara 9 April 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelima, demokrasi akan sehat apabila tidak ternodai dan terdistorsi oleh berbagai bentuk kecurangan dalam pemilu.
Diakui Pram, kelima poin kesepakatan itu telah disepakati dan diteken oleh 13 Sekjen yang hadir.
"Kami yakin pemilu bukan hanya sekadar pesta demokrasi, bukan hanya sebatas persoalan kalah menang, pemilu harus memberi makna positif yang membawa Indonesia ke arah kemajuan terwujudnya perbaikan kualitas hidup," imbuh Pram .
Sekjen parpol yang hadir dalam acara ini adalah, Sekjen Golkar Soemarsono, Sekjen PDIP Pramono Anung, Sekjer PAN Zulkifli Hasan, Sekjen PPP Irgan Chairul Mahfiz, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen Partai Patriot Sulistyanto, Sekjen Partai Pelopor Bambang Suroso, Sekjen PSI Hayat Zainuri, Sekjen PMB Budi Wiryono, Sekjen PNBK Zulvan Lindan, Sekjen PPPI Robert Anton, Sekjen PBR Syarifudin, dan Sekjen PD Marzuki Ali.
(Rez/iy)











































