Jalankan Program US$ 15 Juta, UNDP Didik Pemilih Marginal

Jalankan Program US$ 15 Juta, UNDP Didik Pemilih Marginal

- detikNews
Senin, 06 Apr 2009 13:45 WIB
Jalankan Program US$ 15 Juta, UNDP Didik Pemilih Marginal
Jakarta - Sebagai bagian dari program multidonor US$ 15 juta, United Nation Development Program (UNDP) mendidik pemilih marginal. Pekerja seks komersial (PSK) dan penyandang cacat menjadi sasaran.

"Setiap orang memiliki hak untuk memilih. Dengan bekerja sama dengan organisasi lokal, kami menginginkan pendidikan pemilih mencapai mereka yang terpinggirkan dan yang mungkin tidak pernah terpikirkan,” kata UNDP Country Director Håkan Björkman dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (6/4/2009).

Dana yang didapat UNDP sebesar US$ 15 juta ini, imbuh dia, berasal dari berbagai negara seperti Australia, Kanada, Belanda, Spanyol dan Kerajaan Inggris.

Sementara salah satu pemilih marjinal yang berprofesi sebagai PSK Wendi (28), bukan nama sebenarnya,  asal Jawa Barat (Jabar), menyempatkan menghadiri acara pendidikan pemilih pada siang hari.

Dengan dana hibah dari UNDP kepada LSM lokal Mitra Sehati , Wendi belajar bagaimana dan di mana dia akan memilih.

“Kita sebagai warganegara memiliki hak untuk memilih dan punya kewajiban memilih pemimpin yang akan membuat kita sejahtera. Dulu, kami tidak tahu bagaimana kami dapat memilih. Sekarang kami punya informasi penting tentang cara memilih,” tutur Wendi.

Sedangkan penyandang cacat Jumono, yang kehilangan kakinya 15 tahun yang lalu akibat penyakit berkepanjangan, di atas kursi rodanya tetap bersemangat menjadi seorang penyuluh pemilu di Bandung.

Jumono adalah aktivis di Bandung Trust Advisory Group, sebuah organisasi yang menerima bantuan untuk pendidikan pemilu. Dia dengan semangat mendekati mereka yang tuna rungu, tuna netra, tuna daksa, dan orang-orang tua. Ia bergerak dari rumah ke rumah, memimpin kelas, dan bertemu orang demi orang, apapun dilakukannya demi menyebarkan pengetahuan cara memilih di pemilu nanti.

Selain pendidikan pemilih melalui tatap muka, UNDP juga memberikan bantuan teknis kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk meningkatkan kapasitas profesionalnya.

Pemilu kali ini akan melibatkan 12.324 kandidat yang berkompetisi untuk 132 kursi di MPR dan 560 di DPR.

(nwk/nrl)


Berita Terkait