“Jumat dan Sabtu lalu saya menerima 150 sms dari daaerah yang mengatakan Partai Buruh dicoret secara nasional,” ujar Mohtar dalam konferensi pers di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2009).
Menurut dia, partainya sudah menyetorkan laporan awal dana kampanye per 20 Agustus 2008. Bahkan partainya lah yang pertama kali menyetor sebelum partai-partai lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, lanjutnya, di Bengkulu pun perwakilan partainya sudah menyerahkan laporan awal dana kampanye. Per tanggal 4 Maret, KPUD Bengkulu telah mengeluarkan surat yang menyatakan Partai Buruh telah melaporkan.
“Tanggal 9 Maret KPU Bengkulu menyatakan semua parpol telah menyerahkan laporan dana awal kampanye,” tandas Mohtar.
Menurut dia, kader-kader partainya di daerah dibuat resah dengan pernyataan KPU
tersebut. Karena itu dia mendesak KPU segera merevisi pernyataannya di media massa, terutama televisi.
“Kami meminta Ketua KPU, atau setidaknya Ibu Andi Nurpati, membuat pernyataan di
hadapan televisi untuk merivisi pernyataan tersebut,” pinta Mohtar.
Dia mengancam, jika KPU tidak melakukan klarifikasi, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan menempuh upaya lain. “Kalau perlu kita melapor kepada Bapa di surga,” tegasnya.
(sho/yid)











































