Untuk kategori caleg DPD DKI yang paling dikenal masyarakat, Dani Anwar menduduki peringkat teratas, yaitu 10,4
persen. Sementara Djan Faridz yang didukung oleh PPP menduduki peringkat kedua yaitu 9,2 persen.
Posisi berikutnya secara berurutan diduduki politisi AM Fatwa (8,5 persen), almarhum Fadloli El Munir (4,2 persen), Biem Benyamin (3,5 persen), Firman Abadi (2,2 persen), dan Vivi Effendi (1,5). Sedangkan caleg DPD DKI lainnya memperoleh suara di bawah 1 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Dani Anwar elektabilitasnya hanya 5,9 persen. Rincian distribusi pemilihnya, Jakarta Selatan 3,6 persen, Jakarta Timur 7,1 persen, Jakarta Pusat 10,8 persen, Jakarta Barat 4,7 persen, dan Jakarta Utara 3,2 persen.
Sementara dari 16 variabel distribusi afiliasi organisasi kemasyarakatan dan keagamaan terhadap Djan Faridz terukur sebesar 6,4 persen, yaitu dari NU 20,7 persen, Muhammadiyah 12,5 persen, Jemaah Tabligh 25,0 persen, Forkabi 10,1 persen, FPI 7,7 persen, lainnya 3,1 persen, tidak tahu 4,3 persen, dan tidak menjawab 3,8 persen.
Sedangkan afiliasi organisasi kemasyarakatan dan keagamaan terhadap Dani Anwar terukur sebesar 5,9 persen, yaitu dari NU 8,6 persen, Muhammadiyah 25,0 persen, FKBM 100,0 persen, Forkabi 9,1 persen, FPI 3,8 persen, lainnya 8,6 persen, tidak tahu 4,3 persen, dan tidak menjawab 3,8 persen.
Kemudian dari 9 variabel distribusi asal daerah atau suku terhadap caleg yang akan dipilih, tingkat keterukuran kedua caleg tersebut menghasilkan persentase yang sama. Djan Faridz terukur sebesar 6,4 persen, yaitu Betawi 10,5 persen, Sunda 5,6 persen, Jawa 5,4 persen, Batak 14,3 persen, dan lainnya 7,1 persen. Sedangkan untuk Dani Anwar terukur sebesar 5,9 persen, yaitu Betawi 9,1 persen, Sunda 7,1 persen, dan Jawa 4,2 persen.
Direktur Riset SRC, Rizqon Halalsyah Aji, mengatakan, riset ini bertujuan mengukur kepopuleran serta elektabilitas caleg DPD RI dapil DKI Jakarta. "Riset ini bertujuan mengukur akseptabiltas serta positioning caleg DPD RI dapil DKI Jakarta menjelang pelaksanaan pemilu legislatif 9 April mendatang," kata Rizqon, Senin (6/4/2009).
Dia menuturkan, survei ini dilakukan di 42 kelurahan di 22 kecamatan. Sedangkan pengambilan data berlangsung tanggal 27-30 Maret 2009, dengan metode Multistage Random Sampling. Sehingga, dengan ukuran sampel yang proporsional di setiap wilayah Kota Administrasi, kecuali Kabupaten Kepulauan Seribu, margin of error (MOE) dalam survei ini hanya 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen di bawah kurva normal baku.
"Kita tidak melibatkan Pulau Seribu karena DPT di sini haya 16.782 pemilih, dan dalam random sudah terwakili dengan wilayah lain," jelasnya.
(djo/nrl)











































