JK Tanya Soal Harimau hingga Anak Cacat Mental

Catatan Kampanye Golkar

JK Tanya Soal Harimau hingga Anak Cacat Mental

- detikNews
Minggu, 05 Apr 2009 19:35 WIB
JK Tanya Soal Harimau hingga Anak Cacat Mental
Jakarta - Berbeda dengan tokoh lain, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) mempunyai 'gaya' tersendiri saat berkampanye. JK langsung mengajak warga untuk berdialog. Tak tanggung-tanggung, pertanyaan yang disampaikan dan warga yang diajak dialog sangat luas, mulai soal harimau sampai bertanya kepada anak cacat mental.

Gaya bicara ceplas ceplos JK membuat seringkali kampanye Golkar di beberapa daerah riuh. Setiap pengusaha bugis ini berbicara di depan panggung kampanye JK tiidak pernah menyampaikan orasi panjang.

Selama kurang lebih tiga minggu masa kampanye JK lebih senang dengan model kampanye menunjuk 3-4 orang peserta kampanye dan memintanya langsung untuk naik panggung. Saat naik panggung itulah, warga itu di 'interogasinya'. Yang ditanyakan mulai dari identitas pribadi, hingga keluhan dan harapan-harapan warga terhadap partai beringin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya lebih suka berdialog dan mendengarkan apa yang anda keluhkan dan harapkan. Karena Golkar,
bekerja lebih cepat lebih baik," kata JK dalam setiap memulai dialognya dengan warga.

Saat berdialog dengan warga di tiap daerah, beragam persoalan yang dikeluhkan warga, mulai hal-hal yang serius hingga hal yang 'sepele'. Saat kampanye di Jambi pada tanggal 22 Maret lalu misalnya, saat berdialog dengan warga, dari bawah panggung seorang warga langsung teriak, "harimau masuk kota Jambi pak," teriaknya.

Mendengarkan itu JK lalu membalasnya, "Ooo..Harimau. Itu karena hutan ditebang. Nanti saya minta Dinas Kehutanan untuk menertibkannya. Tapi kalian juga harus berjanji, jangan bakar hutan supaya harimau tak masuk kota Jambi," balas JK.

Pindah daerah, permintaan wargapun berbeda. Warga seringkali mengharap pendidikan gratis, lapangan pekerjaan dimudahkan, dan juga kesehatan gratis. Namun, tak jarang perbincangan yang 'ceplas-ceplos' JK itu menjadikan para simpatisan dan pendukung Golkar menjadi terhibur sehingga riuh dan tertawa lepas.

Saat kampanye di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) 2 April lalu, seorang warga yang ditanyai JK tiba-tiba kehausan. "Ada lagi harapanmu pada Golkar?," tanya JK saat itu. Si warga yang ditanyai saat itu polos menjawab, "Lagi haus pak. Bisa minta minum nggak," keluhnya. Mendengar jawaban polos warga itu, massa pun riuh ikut tertawa.

Di tempat yang sama, JK juga sempat berbincang dengan Sutarso, penjual bakso yang mengaku setiap pemilu selalu memilih Golkar. Di atas panggung JK malah 'ikutan' mengkampanyekan bakso Sutarso. "Kalo makan Bakso, cari Bakso Sutarso, karena dia pilih Golkar," canda JK.

Bukan hanya itu saja, kelucuan juga terjadi saat JK kampanye terakhir di Padang, Sumatera Barat pada hari Minggu ini (5/4/2009), Seorang anak yang naik ke atas panggung salah satunya ternyata mengalami cacat mental. Ketahuan cacat mental ketika ditanyai JK. "Kamu umur berapa?" tanya JK. "Empat tahun pak," jawab si warga spontan.

Mendengar jawaban itu Kalla lalu mengulang pertanyaannya, namun anak itu tetap menjawab hal yang
sama. Kurang puas dengan jawaban warga itu, JK bertanya ketiga kalinya, si anak langsung menjawab," sudah baligh (dewasa) Pak, saya 15 tahun," katanya polos.
Β 
Mendengar jawaban yang mencla-mencle itu dan meperhatikan tingkah laku si warga, JK, fungsionaris Golkar dan panitia pun nampak curiga. Para pengurus Golkar dan para panitia pun segera menarik pelan-pelan anak itu, dan menggantinya dengan warga lain. Pak JK ini memang luar biasa.

(gun/yid)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads