"Hati-hati jika kecurangan bertujuan hanya ingin tetap berkuasa. Demokrasi ini bisa rubuh dan goyang sehingga kembali masuk ke sistem lama," teriak Megawati dalam orasinya di depan ribuan massa pada kampanye terakhir di GOR Tresna Jvara, Jembrana, Bali, Minggu (5/4/2009).
Megawati mengatakan demokrasi telah dibangun sejak Pemilu 2004 dengan kerja keras. Bahkan, menurutnya, PDIP tumbang saat pemilu yang berjalan secara langsung untuk pertama kalinya. "Tidak apa-apa partai saya keleleran. Yang penting demokrasi waktu itu bisa berjalan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, dalam berbagai hasil survei menunjukkan PDIP berada di bawah Partai Demokrat dan Partai Golkar.
Menurut Mega, kemenangan di Pemilu Legislatif akan memudahkan jalannya menjadi presiden. "Kalau nanti presidennya juga dari partai kita, ibarat garuda kedua sayapnya (legislatif dan legislatif bisa dikepakkan," katanya.
Sementara itu, Made Mangku Pastika yang menjabat sebagai Gubernur Bali berjanji terus mendukung perjuangan Megawati memenangkan Pemilu Legislatif 2009. "Warna di Bali harus tetap merah," teriaknya pada awal orasi.
Kampanye PDIP ini digelar di daerah arah barat Bali, atau berjarak 120 km barat Denpasar. Ribuan massa menghadiri kampanye ini sehingga memacetkan arus lalu lintas di Jembrana.
Sementara itu, Partai Golkar menggelar kampanye di Bali timur, Karangasem. Kampanye terbuka yang dihadiri ribuan massa ini menampilkan juru kampanye Aburizal Bakrie.
(gds/iy)










































