Pria yang akrab disapa Amin ini sudah 10 tahun menjalani pekerjaan sebagai pemulung. Baginya, keramaian berarti rezeki besar. Tak terkecuali kampanye PDIP digelar di GBK ini.
"Kalau kampanye memang dapatnya banyak, ya lumayanlah bisa dapat Rp 200 ribuan," tutur Amin, saat berbincang dengan detikcom, di Taman Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (4/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepentingan saya cuma cari botol plastik. Terserah saja, kampanye Gerindra datang, kampanye PKS datang. Dan sekarang PDIP kampanye, saya datang juga. Namanya juga cari makan," tutur lelaki tua yang masih terlihat sehat ini.
Saat disinggung soal pemilu, Amin mengaku tidak terlalu peduli. Baginya, siap pun yang berkuasa di negeri ini nasibnya sama saja. Sekian kali pemilu dilewatinya dan presiden silih berganti, kemiskinan tetap setia mendekapnya erat.
Ironis memang. Amin dan jutaan rakyat miskin di negeri ini kerap 'dijual' dan dirayu seribu satu janji surga dalam kampanye. Namun kenyataannya janji tersebut tidak pernah terwujud. Dan nasib Amin pun tak pernah berubah.....
(van/djo)











































