Kritik pedas itu disampaikan Dewan Pertimbangan Partai Gerindra Hashim S Djojohadikusumo saat kampanye terbuka di Lapangan Lumintang, Jalan Gatot Subroto, Denpasar, Sabtu (4/4/2009).
Hashim mengibaratkan bangsa Indonseia sebuah mobil Mercedes yang sebenarnya mampu melaju kencang namun melempem. Hal ini diakibatkan pengemudinya tidak memiliki kemampuan yang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
sopirnya. Menterinya adalah kabinet poco-poco. Jadi bukan hanya sopirnya
diganti, montir atau menterinya juga harus diganti.Β Gerindra mau membawa sopir dan menteri baru," teriak adik kandung Capres Prabowo di tengah ribuan pendukung partai berlambang kepala burung Garuda ini.
Gerindra bertekad memenangkan pemilu legislatif serta pemilu presiden untuk menjadi partai penguasa serta menganti Undang-Undang yang melecehkan bangsa, sepertu UU Pornografi.
"Partai berkuasa Demokrat dan Golkar, partai yang mendukung Undang-Undang Pornorgrafi. Ganti partai yang melecehkan rakyat," kata dia.
Dalam kampanye tersebut, hadir pula juru kampanye mantan politisi PDIP, Permadi. Kampanye ini juga dimeriahkan artis nasional, seperti grup band Padi dan Dou Maia.
Massa tampak lebih tertarik menikmati musik dari artis papan atas nasional ini ketimbang mendengarkan orasi dari para juru kampanye.
Saat Hashim berorasi, massa yang berada di depan panggung hanya segelintir orang karena memilih berteduh. Namun massa justru membludak ketika Duo Maia mendendangkan lagu Pengkhianat Cinta.
(gds/aan)











































