"Dari hasil survei kami memperlihatkan hanya sembilan parpol yang berhasil meraih dukungan sebesar lebih dari 2,5 persen memenuhi parliamentary threshold," kata Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Toto Sugiarto dalam jumpa persnya di Hotel Four Season, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (4/4/2009).
Totok menjelaskan, dari survei yang terhadap 2.502 responden di 33 Provinsi pada 28 Maret sampai 1 April 2009 ini menunjuka hanya ada sembilan parpol yang akan masuk DPR RI. Kesembilan parpol itu seperti Partai Demokrat, PDI-P, Partai Golkar, Partai gerindra, PKS, PAN, PPP, Partai Hanura dan PKB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara PAN dipilih 5,8 persen, PPP dipilih sekitar 4,2 persen, Hanura dipilih 3,6 persen, PKB dipilih 3,0 persen. Sedangkan responden yang tidak menjawab sekitar 5,8 persen dan menjawab tidak atau belum tahu sekitar 4,6 persen.
Menurut Totok, selama ini dua parpol besar seperti PDIP dan Golkar diyakini memiliki pendukunng loyalis atau fanatik. Namun, dari hasil surveinya terlihat mitos tersebut hancur.
"Ini cermin dan memperlihatkan bahwa kedua parpol ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Fenomena ini memperlihatkan adanya kecenderungan bahwa eksistensi parpol apapan atas mulai goyah," jelasnya.
Sebaliknya, terang Toto, Partai Demokrat dan Gerindra terlihat meningkat, sehingga diprediksikan keduanya akan berkibar di Pemilu 2009. Naik turun dukungan parpol ini disebabkan sejumlah faktor, seperti figur, platform dan
iklan.
Selama ini PD dan Gerindra telah memborbardir ruang publik dengan iklan yang luar biasa, sehingga platformnya masuk ruang publik. "Selain itu kedua parpol tersebut memiliki figur yang menjanjikan," ujar Toto.
Selain itu, kedua parpol ini merupakan cerminan partainya kaum muda, termasuk PKS. Secara otomatis dengan masuknya sembilan parpol ini nanti di DPR, maka parpol yang gagal masuk tidak bisa ikut pada Pemilu 2014.
(zal/djo)











































