Hanya 9 Parpol Masuk Senayan

Hasil Survei SSS

Hanya 9 Parpol Masuk Senayan

- detikNews
Sabtu, 04 Apr 2009 11:28 WIB
Hanya 9 Parpol Masuk Senayan
Jakarta - Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2009 tinggal satu pekan lagi, partai politik mana saja yang bakal menang dan masuk parlemen. Dari hasil survei menunjukan hanya sembilan partai politik yang akan masuk Senayan.

"Dari hasil survei kami memperlihatkan hanya sembilan parpol yang berhasil meraih dukungan sebesar lebih dari 2,5 persen memenuhi parliamentary threshold," kata Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Toto Sugiarto dalam jumpa persnya di Hotel Four Season, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (4/4/2009).

Totok menjelaskan, dari survei yang terhadap 2.502 responden di 33 Provinsi pada 28 Maret sampai 1 April 2009 ini menunjuka hanya ada sembilan parpol yang akan masuk DPR RI. Kesembilan parpol itu seperti Partai Demokrat, PDI-P, Partai Golkar, Partai gerindra, PKS, PAN, PPP, Partai Hanura dan PKB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hasil survei ini, lanjut Toto, sekitar 20,2 persen resoonden lebih memilih Partai Demokrat. Disusul peringkat berikutnya, PDI-P dipilih 13,5 persen responden, Partai Golkar dipilih 12,2 persen, Gerindra dipilih 10,4 persen, PKS dipilih 9,7 persen, lainnya sekitar 7,0 persen.

Sementara PAN dipilih 5,8 persen, PPP dipilih sekitar 4,2 persen, Hanura dipilih 3,6 persen, PKB dipilih 3,0 persen. Sedangkan responden yang tidak menjawab sekitar 5,8 persen dan menjawab tidak atau belum tahu sekitar 4,6 persen.

Menurut Totok, selama ini dua parpol besar seperti PDIP dan Golkar diyakini memiliki pendukunng loyalis atau fanatik. Namun, dari hasil surveinya terlihat mitos tersebut hancur.

"Ini cermin dan memperlihatkan bahwa kedua parpol ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Fenomena ini memperlihatkan adanya kecenderungan bahwa eksistensi parpol apapan atas mulai goyah," jelasnya.

Sebaliknya, terang Toto, Partai Demokrat dan Gerindra terlihat meningkat, sehingga diprediksikan keduanya akan berkibar di Pemilu 2009. Naik turun dukungan parpol ini disebabkan sejumlah faktor, seperti figur, platform dan
iklan.

Selama ini PD dan Gerindra telah memborbardir ruang publik dengan iklan yang luar biasa, sehingga platformnya masuk ruang publik. "Selain itu kedua parpol tersebut memiliki figur yang menjanjikan," ujar Toto.

Selain itu, kedua parpol ini merupakan cerminan partainya kaum muda, termasuk PKS. Secara otomatis dengan masuknya sembilan parpol ini nanti di DPR, maka parpol yang gagal masuk tidak bisa ikut pada Pemilu 2014.

(zal/djo)


Berita Terkait