Kampanye terbuka ini berlangsung di lapangan kantor Desa Cilangkara Serang Baru, Kabupaten Bekasi Jawa Barat, Jumat (3/4/2009).
Sebagian besar peserta tampak mengenakan kostum Barisan Indonesia (Barindo),
organisasi kemasyarakatan yang diklaim sebagai sayap Pakar Pangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekjen Pakar Pangan Jackson Kumaat, yang juga juru kampanye nasional (jurkamnas) di hadapan massa, demikian isi rilis yang diterima detikcom, Jumat (3/4/2009).
Menurut Jackson, relawan-relawan Barindo selama ini bergerak secara bergerilya, untuk memberikan surpport moral di lapisan masyarakat.
Lebih lanjut Jackson menegaskan, kampanye yang efektif dalam mengerahkan massa, sebenarnya menggunakan sistem door to door, karena diyakini efektif sebagai bentuk menerima aspirasi dari hati ke hati.
Sedangkan pada acara kampanye terbuka ini, dianggapnya sebagai bentuk 'perayaan kemenangan setelah berhasil merebut hati masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Jackson yang juga caleg Pakar Pangan di Daerah Pemilihan (dapil) VII Jawa Barat mengungkapkan, kampanye dengan cara dor to door selama ini dapat efektif, karena masyarakat sudah jenuh dengan janji-janji kampanye di media massa dan atribut ruang terbuka.
"Saya percaya, massa yang hadir ini, merupakan wujud teori gunung es, karena
sebenarnya, sudah banyak simpatisan Pakar Pangan yang siap mencontreng angka 17 pada 9 April mendatang," ungkap dia.
Pihaknya bahkan optimis, pada pemilu legislatif mampu lolos parlementary treshold, yakni meraih target minimal 2,5 persen suara.
Massa yang memenuhi lapangan tampak 'membiru, dengan beragam atribut seperti Pakar Pangan, Wings 17 (bikers), Wanita Karya Perjuangan (WKP) dan Barindo.
Kehadiran Barindo menimbulkan kesan tersendiri, karena ormas sayap ini sebelumnya diklaim sebagai relawan lapangan Partai Demokrat.
Sekelompok anak-anak yang dibawa orang tuanya tidak diperkenankan menyatu dengan massa, sehingga mereka berada di sisi panggung yang dekat dengan pengeras suara.
"Kami harus patuh dengan aturan Pemilu, tapi sangat mengharagi sikap orang tua yang tidak bisa meninggalkan anaknya di rumah tanpa pengawasan," ujar Humas Pakar Pangan Donny Lumingas.
(zal/rdf)











































