"Saya mau nawari pembantu," katanya.
Peristiwa janggal itu terjadi saat Wiranto melayani wawancara sejumlah wartawan usai kampanye di Lapangan Pancasila, Kawasan Simpang Lima Semarang, Jumat (3/4/2009) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya jauh-jauh dari Temanggung, Mas. Izinkan saya menemui Pak Wiranto untuk menawari beliau pembantu," kata ibu berusia sekitar 40 tahun itu memelas.
Satgas Partai Hanura yang berpakaian serba hitam ala paspampres jelas tak mengizinkan ibu itu menemui 'bos'-nya. Namun si ibu tak menyerah. Ia memutari kerumunan wartawan.
Meski terus mencari celah, si ibu itu tak bisa mendekat ke Wiranto. Pasalnya, selain tengah dikerubuti wartawan, Wiranto juga dikawal satgas.
Si ibu membuka buku kecil. Rupanya ia bersiap menulis pesanan pembantu dari Wiranto. Namun hal itu tak pernah terwujud karena satgas segera membawanya minggir dari kerumunan wartawan.
Dalam kampanye di Semarang, Wiranto didampingi eks Menpen era Orde Baru Harmoko, eks KASAD Subagyo HS, dan artis Dorce Gamalama. Kampanye diikuti ribuan orang.
(try/rdf)











































