Demikian hal itu disampaikan sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung Persira dalam acara Silaturahi Pimpinan Lintas Agama untuk Pemilu Damai dan Pemimpi Baru Indonesia di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (3/4/2009). Acara itu sendiri dihadiri perwakilan dari Majelis Bikhsu Mahayana, Kristen Ortodok, Islam dan agama Tao.
"Kami dari pimpinan dan umat Tao di Indonesia mendukung Prabowo menjadi presiden. Kami mengibau umat Tao tidak golput untuk mendapatkan pimpinan yang berani seperti Prabowo Subianto," kata Ketua Dewan Agung Majelis Tao Indonesia, Taose Kusumo dalam jumpa pers usai acara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Bikhsu Mahayana, Gunabadra Swatravira menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, bangsa ini harus bangkit dan menuju perubahan mendasar, sudah beberapa kali pemilu dilakukan namun persoalan bangsa belum bisa terselesaikan.
Oleh sebab itu, semua tokoh lintas agama sepakat untuk mengimbau agar semua
kalangan di Indonesia menyelamatkan Pemilu 2009 agar proses demokrasi dilakukan dengan jurdil dan rakyat Indonesia harus menegakkan haknya, yaitu hak kedaulatan rakyat untuk memilih pemimpin-pemimpinnya.
"Semua umat beragama harus selamatkan pemilu, sehingga proses demokrasi tidak cacat. Sebab, kalau muncul warna tidak baik akan menimbulkan disintegrasi yang membangkitkan luka lama dan kedewasaan politik tidak tercapai," ujarnya.
Menanggapi dukungan itu, adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Dojohadikusumo akan memberikan angin segar bagi partainya dengam akan menegakkan Pancasila dan UUD 1945 secara murni.
"Kita sambut baik dukungan ini, kita ucapkan terima kasih," ujarnya.
(zal/anw)











































