8 Organisasi Mahasiswa Sambangi KPU Serukan Pemilu Damai

8 Organisasi Mahasiswa Sambangi KPU Serukan Pemilu Damai

- detikNews
Jumat, 03 Apr 2009 16:55 WIB
8 Organisasi Mahasiswa Sambangi KPU Serukan Pemilu Damai
Jakarta - 8 Pimpinan Pusat Organisasi Mahasiswa sengaja mengunjungi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberi semangat KPU menyukseskan Pemilu 2009 yang tinggal beberapa hari lagi. Kunjungan ini disambut positif oleh KPU.

"Kami sebagai komponen muda bangsa ini menyerukan kepada masyarakat, KPU, Bawaslu, elite politik peserta pemilu, serta pemerintah agar menjadikan Pemilu 2009 berkualitas dan damai," tutur perwakilan dari 8 pimpinan organisasi mahasiswa yang datang, Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Muhammad Rodli kaelani.

Hal ini disampaikan Ahmad saat diterima oleh Syamsul Bachri, di Media Center KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (3/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan ini beberapa pimpinan organisasi mahasiswa yang hadir  "curhat" mengenai pandangan mereka terhadap kesiapan KPU mengawal Pemilu 2009.

"Menurut saya pemilu bisa berjalan lancar apabila dua komponen utamanya terpenuhi, yaitu pelaku pemilu dan penyelenggara pemilu. Oleh karena itu seharusnya semua pihak bahu membahu menyukseskan Pemilu 2009 yang tinggal 6 hari lagi," kata Ketua Umum DPP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Rahman Thoha, dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) terlihat antusias memuji kinerja KPU. Menurutnya, KPU sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan persiapan pemilu 2009.

"Menurut saya, KPU sudah bagus dalam melaksanakan tugasnya, permasalahannya adalah perubahan 'adat' dari mencoblos menjadi mencontreng, yang menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Jadi KPU harus lebih serius menyosialisasikan hal ini," kata Rahman.

Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Arip Mustopha, mencoba mengklarifikasikan pemikirannya tentang DPT di depan anggota KPU yang hadir. Menurutnya KPU perlu memperjelas lagi terkait DPT.

"KPU sudah susah payah menyusun DPT, tentu saja diharapkan proaktif masyarakat melengkapinya. Apabila ada yang belum masuk DPT diharapkan segera melaporkan diri," tutur Arip.

(van/anw)


Berita Terkait