Aksi itu digelar oleh para aktivis lingkungan dari Walhi dan sejumlah anggota LSM di Yogyakarta. Deklarasi itu dilakukan di depan Plaza Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949 di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta.
Empat orang calon anggota DPRD dan DPD RI hadir dalam acara itu. Mereka adalah caleg DPR RI Idham Ibty dan caleg DPRD DIY, Arief Noor Hartarto dari PAN, Tety Kuswati dan NH Syaiful caleg dari partai PDK Yogyakarta. Mereka kemudian menandatangani semacam kontrak politik di sebuah baliho yang dipasang di tempat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang peserta aksi yang juga aktivis lingkungan Nanang Ismu Hartoyo mengungkapkan, pemilu 9 April adalah momen yang tepat untuk mendorong terciptanya suatu parlemen hijau yakni mampu mendorong terbentuknya kebijakan-kebijakan pro lingkungan. Kebijakan-kebijakan itu tidak hanya di tingkat nasional tapi harus
sampai ke bawah.
Menurut dia, lebih dari 95 kasus lingkungan hidup tersebar di 4 kabupaten dan kota akibat keberpihakan parlemen yang secara politik tidak serius. "Sering terjadinya bencana alam akibat salah kelola dan salah kebijakan, ungkap dia.
(bgs/djo)











































