Salah satunya adalah kepada Andi Nurpati. Komisioner wanita asal Sulawesi Selatan tersebut mengaku menerima SMS dari seorang caleg salah satu parpol yang keikutsertaannya di dapilnya dicoret KPU.
"Wajar saja saya kira (caleg protes). Caleg kan sudah keluar banyak dana, tapi kenapa partainya tidak mematuhi persayaratan yang sebenarnya sepele," tutur dia di ruang kerjanya, kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (3/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ah nggak usah lah, intinya keluhannya seputar kampanye. Menurut saya caleg ini sudah menyampaikan keluhannya pada pimpinan parpol tapi lalu forward ke saya," ujarnya.
(lh/iy)











































