"Persiapan-persiapan KPU akhir-akhir ini mengarahkan mereka semakin dekat menuju penjara. Banyak permasalahan yang belum selesai sampai sekarang," ujar Direktur Komite Pemilih Indonesia (TEPI Pemilih) Jeirry Sumampow dalam diskusi pagi di Media Center KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (3/4/2009).
Permasalahan persiapan KPU yang amburadul, menurut Jeirry, misalnya saja soal logistik. KPU menilai bahwa persoalan logistik sudah selesai. Namun ternyata di lapangan masih banyak daerah yang belum mendapatkan kertas suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemilu 2009 ini sudah di depan kegagalan. Apabila KPU tidak serius mengambil langkah antisipasi, tentu saja penjara di depan mata," imbuh Jeirry.
"Kita perhatikan regulasi-regulasi yang dibuat oleh KPU sebenarnya semuanya mencerminkan bahwa KPU ingin menyelamatkan diri," ungkap mantan Direktur Eksekutif JPPR ini.
Menurut Jeirry, seharusnya KPU jujur mengenai kesiapan pemilu. Supaya masyarakat memahami keadaan KPU dan dapat menerima apabila ada penundaan pemilu di sejumlah daerah.
"KPU harus mengambil antisipasi tegas, jujur saja kepada masyarakat kalau memang belum siap. Toh sudah ada beberapa daerah yang ditunda pemilunya. Jadi kalau memang belum betul-betul siap, ditunda saja di beberapa daerah untuk memastikan pemilu kita berjalan lancar dan demokratis," pungkas Jeirry.
(anw/nrl)










































