"Tapi yang tercatat baru 94 perkara, yang sebenarnya ada 100-an di seluruh Indonesia," ujar Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Abdul Hakim Ritonga di Kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2009).
Perbedaan jumlah antara laporan yang masuk dan catatan, dikatakan dia, karena belum tercatatnya seluruh laporan yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terakhir di Gorontalo ada 16 perkara," pungkasnya.
(nov/irw)











































