"Kalau dicalonkan oleh partai lain itu masalah yang berbeda, dan tidak mesti keluar dari kader Golkar. Klarifikasi saya, saya tetap kader Partai Golkar. 30 Tahun saya jadi kader Golkar," ujar Sultan.
Klarifikasi itu disampaikan Sultan dalam jumpa pers khusus mengenai kabar dirinya akan hengkang dari Partai Golkar di Rumah Makan Ny Suharti, Jl Solo, Janti, Yogyakarta, Kamis (2/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"JK juga tidak dicalonkan Partai Golkar tapi partai lain," ungkap Sultan.
Sekadar diketahui, berita mengenai kabar akan keluarnya Sultan berawal saat Raja Yogayakarta itu menghadiri acara pengobatan gratis di Palembang, Rabu (1/4/2009). Dalam sesi wawancara, Sultan ditanya wartawan soal apa yang akan dilakukannya jika tidak terpilih sebagai capres dari Partai Golkar.
Β "Ya pindah ke partai lain. Kalau partai lain ada yang mencapai 25% suara pada pemilu legislatif nanti," kata Sultan.
Namun, sambung Sultan, hingga kini dirinya tetap yakin Partai Golkar akan memfasilitasi dirinya untuk maju dan mewakili Partai Golkar pada Pilpres. Karena saat ini, DPP Partai Golkar masih menunggu hasil penjaringan dari seluruh DPD se-Indonesia, yang pada akhirnya hasil keputusan tersebut akan diserahkan pada Rapat Kerja Nasional Khusus (Rakernasus) Partai Golkar.
"Saya tetap di Golkar. Dan kita masih menunggu hasil keputusan Rakernasus. Dan saya tetap akan berada di Partai Golkar," kata Sultan.
Pernyataan senada juga disampaikan Sultan di rumahnya Jl Suwiryo No 63, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2009) pagi. Dia kembali mengatakan akan keluar dari Partai Golkar apabila tidak menjadi capres.
"Sebagai kader saya tetap maju dari situ (Golkar), tetapi kalau ada peluang dari partai lain yang memenuhi persyaratan 20-25 persen saya cabut ke situ. Kalau ada peluang, kenapa tidak," ujar Sultan
Tidak jelas mengapa tiba-tiba pria yang menjadi capres Partai Republikan ini meralat pernyataannya. Tapi yang jelas, Sultan mengaku berita mengenai dirinya akan meninggalkan Partai Golkar tersebut cukup merepotkan. Dia banyak menerima SMS dari berbagai pihak yang menanyakan kebenaran berita tersebut.
"Klarifikasi ini agar teman-teman di Golkar tidak terjadi salah paham," tuturnya.
Apakah Sultan mendapat tekanan? Entahlah.....
(bgs/djo)











































