Bahkan di Cengkareng Timur, Jakarta Barat, ada 2.444 nomor KTP yang ganda. Selain itu, ada 90 nomor KTP, dengan nama dan tanggal lahir yang identik namun berbeda lokasi TPS.
"Kita khawatir dengan ini, di satu kelurahan saja sudah begini. Apalagi di kelurahan-kelurahan lain," ujar Ketua DPD PDIP Adang Ruchiatna saat jumpa pers di Kantor DPP PDIP, Jl Tebet Raya, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini ada kecenderungan semakin ke pinggiran, DPT ganda makin banyak," tambah Adang.
Adang mengaku belum menghitung DPT ganda untuk wilayah DKI Jakarta secara keseluruhan. Namun ia memperkirakan DPT ganda bisa mencapai 10 persen dari total pemilih di Jakarta yang diperkirakan ada 7 juta pemilih.
"Kita jelas khawatir DPT ganda seperti di Jatim. Ada satu kampung yang isinya 2.000 kader PDIP tapi ada yang tidak terdaftar," jelasnya.
Menurut dia, untuk mengatasi hal ini, seluruh kader PDIP serta partai lain untuk sama-sama mengecek kembali DPT. Namun PDIP mengaku tidak akan menambah jumlah saksi di TPS.
"Untuk saksi kita usahakan satu TPS, satu orang," ujarnya. (mad/nrl)











































