Menurutnya, wajar saja jika kebingungan itu terjadi. Disamping karena kurangnya sosialisasi, juga karena pemilih sudah terlanjur akrab dengan cara mencoblos dalam beberapa kali Pemilu. Tingkat pendidikan pemilih juga sangat mempengaruhi tingkat pemahamannya untuk berubah dalam waktu singkat.
"Untuk itu maka saya perintahkan kepada seluruh kader dan simpatisan, tidak perlu pusing dan bingung. Pada hari Pemilu nanti datanglah ke TPS, masuk ke bilik suara, cari gambar banteng gemuk warna hitam yang moncongnya putih nomor 28. Setelah ketemu langsung dicoblos," ujar Megawati dalam orasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya orang taat hukum. KPU menyatakan contreng, garis, kali (tanda silang -red), maupun coblos, semua dinyatakan sah. Saya sudah jengkel disebut tidak memberikan pendidikan politik, padahal saya juga telah memberikan pendidikan politik dengan memerintahkan pencoblosan, karena itu juga sah," kata dia.
Di hadapan ribuan pendukungnya, Megawati juga menyoal BLT. "Kita lihat ibu-ibu harus berdesakan mengambil haknya. Selain itu mengapa tidak diberikan dulu-dulu di waktu rakyat susah karena harga naik, tapi diberikan di saat kampanye. Apa maksudnya? Itu yang saya tidak setuju. Jangan dipelintir," lanjutnya.
Sebelum berorasi di Bekonang, Megawati melakukan panen raya di Desa Wirun, Bekonang, Sukoharjo. Setelah berkampanye di Sukoharjo, Megawati berserta rombongan menuju Wonogiri dan Klaten, juga untuk berkampanye. Ikut dalam rombongan adalah Puan Maharani dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo. (mbr/djo)










































