"Sebagai kader saya tetap maju dari situ (Golkar), tetapi kalau ada peluang dari partai lain yang memenuhi persyaratan 20-25 persen saya cabut ke situ. Kalau ada peluang, kenapa tidak," ujar Sultan di rumahnya Jl Suwiryo No 63, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2009).
Menurut Sultan hingga saat ini dirinya masih mengikuti mekanisme pencapresan yang ada di Partai Golkar. Raja Yogya ini menegaskan dirinya tidak berpikir untuk maju sebagai cawapres. "Saya deklarasi sebagai capres," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, terkait survei yang dilakukan SOKSI, sayap Golkar, yang menyebutkan Sultan adalah capres favorit di internal Partai Golkar, Sultan mengaku belum mengetahui hal tersebut.
"Saya belum tahu karena belum diumukan oleh partai. Kita tetap ikut mekanisme Golkar," pungkas pria yang genap berusia 63 tahun itu. (ddt/nrl)










































