Menurut Titok, saat itu dirinya menerima lima orang mahasiswa asal Papua yang hendak mengurus surat formulir A5 untuk mutasi pemilih. Namun entah kenapa, mereka tidak puas dengan jawaban dari staf dan anggota KPU Kota.
Keributan kecil pun terjadi di kantor KPU. Titok sempat dikeroyok dan dipukul salah seorang mahasiswa. Akibat pemukulan itu wajahnya sempat mengalami luka memar. "Mereka tiba-tiba marah dan langsung memukul," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa staf KPU Kota Yogyakarta setelah peristiwa itu sempat shock dan ketakutan. Mereka sempat tidak mau berbicara dan memilih menghindar ketika wartawan berdatangan. Mereka juga meminta agar kasus tersebut tidak diberitakan.
Saat ini kasus penganiayaan tersebut sudah ditangani Poltabes Yogyakarta. "Kami masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan beberapa orang saksi dan korban," kata Kapoltabes Yogyakarta, Kombes Agus Sukamso.
(bgs/djo)











































