Mungkinkah Libur Panjang Pemilu Sebabkan Golput Meningkat?

Mungkinkah Libur Panjang Pemilu Sebabkan Golput Meningkat?

- detikNews
Rabu, 01 Apr 2009 08:38 WIB
 Mungkinkah Libur Panjang Pemilu Sebabkan Golput Meningkat?
Jakarta - Pemilu Legislatif akan berlangsung pada hari Kamis 9 April 2009. Pemerintah menetapkan hari itu sebagai hari libur nasional. Masyarakat akan makin dimanjakan dengan libur panjang lantaran Jumat 10 April ternyata juga hari libur nasional yakni Hari wafat Isa Almasih.

Sementara Sabtu dan Minggu sudah pasti libur bagi karyawan swasta dan pemerintah di sejumlah kota. Apakah hari libur yang panjang ini mempengaruhi pemilih, terutama yang ada di perkotaan, untuk golput lantaran berlibur?

"Kalau masyarakat perkotaan itu bisa jadi banyak golput apa pun alasannya. Karena mereka yang paling bisa memahami manfaat pemilu bagi rakyat," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit kepada detikcom, Rabu (1/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Arbi Sanit, masyarakat terdidik rata-rata mengetahui bahwa pemilu secara langsung hanya bermanfaat bagi para penguasa dan pengusaha. Sehingga bagi masyarakat kota yang tidak masuk dalam dua golongan tersebut, mereka akan cenderung untuk golput.

"Kekuasaan yang terbentuk setelah pemilu cuma menguntungkan penguasa dan pengusaha. Yang tidak tergolong itu, liburnya diperpanjang saja," kata pria yang sering menguncir rambutnya ini.

Dia mengatakan, berdasarkan penelitian oleh para surveyor, tingkat golput pada Pemilu Legislatif nanti sekitar 30 persen. Jumlah tersebut kebanyakan disumbang oleh penduduk perkotaan.

Sedang untuk masyarakat desa, imbuhnya, sama seperti pemilu-pemilu sebelumnya antusiasme untuk menyontreng sangat tinggi. Hal ini dikarenakan, bagi masyarakat desa, pemilu dianggap hajatan yang digelar oleh desa. Sehingga mereka akan sungkan jika tidak datang.

"Orang desa hidupnya lebih paguyuban. Pemilu dianggap sebagai gawe desa. Jadi mereka rata-rata akan datang untuk memilih," pungkasnya. (anw/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads