Sementara Sabtu dan Minggu sudah pasti libur bagi karyawan swasta dan pemerintah di sejumlah kota. Apakah hari libur yang panjang ini mempengaruhi pemilih, terutama yang ada di perkotaan, untuk golput lantaran berlibur?
"Kalau masyarakat perkotaan itu bisa jadi banyak golput apa pun alasannya. Karena mereka yang paling bisa memahami manfaat pemilu bagi rakyat," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit kepada detikcom, Rabu (1/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekuasaan yang terbentuk setelah pemilu cuma menguntungkan penguasa dan pengusaha. Yang tidak tergolong itu, liburnya diperpanjang saja," kata pria yang sering menguncir rambutnya ini.
Dia mengatakan, berdasarkan penelitian oleh para surveyor, tingkat golput pada Pemilu Legislatif nanti sekitar 30 persen. Jumlah tersebut kebanyakan disumbang oleh penduduk perkotaan.
Sedang untuk masyarakat desa, imbuhnya, sama seperti pemilu-pemilu sebelumnya antusiasme untuk menyontreng sangat tinggi. Hal ini dikarenakan, bagi masyarakat desa, pemilu dianggap hajatan yang digelar oleh desa. Sehingga mereka akan sungkan jika tidak datang.
"Orang desa hidupnya lebih paguyuban. Pemilu dianggap sebagai gawe desa. Jadi mereka rata-rata akan datang untuk memilih," pungkasnya. (anw/nrl)











































