Gerindra Belum Dapat Salinan DPT, Prabowo Risau

Gerindra Belum Dapat Salinan DPT, Prabowo Risau

- detikNews
Rabu, 01 Apr 2009 02:27 WIB
Gerindra Belum Dapat Salinan DPT, Prabowo Risau
Jakarta - Banyak pihak mengeluhkan kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU). Masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tak kunjung beres, Capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto, merasa risau menghadapi pemilu yang tinggal beberapa hari lagi.

"Tadi saya berbincang-bincang dengan penasihat saya di Gerindra, saya merasa sangat risau dengan kondisi Pemilu 2009," kata Prabowo di Amigos Cafe, Selasa (31/3/2009) malam .

Prabowo mengaku dibuat bingung oleh KPU. KPU semula menjanjikan memberikan salinan DPT terakhir pada H-10 sebelum pemilu. Namun hingga hari ini partainya belum juga kebagian DPT yang dijanjikan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi semacam ini sangat menghawatirkan bagi saya, sampai sekarang pun saya belum menerima kopi DPT terakhir," keluh Prabowo.

Prabowo kemudian menceritakan penyebab keresahannya menjelang pemilu ini lebih jauh.

"Amrozi yang kita tidak tahu sekarang dia dimana saja masuk DPT, selain itu banyak juga militer dan polisi masuk DPT," umpatnya.

"Kalau kopi DPT belum saya dapat, harus bagaimana saya memulai verifikasi ke daerah-daerah?" tanya Prabowo.

Pemerintah Tak Punya Uang

Dalam kesempatan ini Prabowo juga mengkritik kebijakan perekonomian pemerintah SBY. Menurutnya pemerintah tidak berhasil mengumpulkan devisa sehingga kekurangan dana. Prabowo meminta pemerintah lebih tegas, tidak hanya bermain kata-kata.

"Kondisi ekonomi Indonesia sangat parah, bobrok, menurut saya sekarang sudah tidak jamannya lagi bermanis-manis. Tidak ada kelaparan tapi adanya kurang gizi, gak ada kemiskinan tapi adanya pra sejahtera," kata Prabowo sambil tertawa.

Prabowo kemudian merunut tragedi jebolnya Situ Gintung. Menurutnya bencana ini adalah imbas dari krisis ekonomi Indonesia. Pemerintah tidak punya cukup anggaran untuk sekadar merawat apalagi memperbaiki fasilitas yang sangat penting tersebut.

"Kalau dibiarkan begini bisa saja terjadi Situ Gintung-Situ Gintung lainnya, bisa saja Waduk Jatiluhur ikut Jebol, pemerintah kita tidak punya uang," tutur Prabowo.

Prabowo menambahkan, di Indonesia sudah tidak ada Nation Wealth (Simpanan Devisa). Indonesia terjebak dalam tiga jebakan sekaligus, jebakan utang, jebakan pertumbuhan rendah, dan jebakan pertumbuhan rendah dengan kualitas rendah.

"Kalau 100 tahun lagi tetap seperti ini, negara kita akan tetap menjadi negara miskin," tutur Prabowo.

"Dalam kondisi seperti ini pemerintahan tidak berjalan efektif karena pemerintah kekurangan uang. Sehingga untuk membayar bunga hutang kita harus berutang lagi," pungkasnya.

(van/anw)


Berita Terkait