"Dengan sangat meminta maaf, belajar dari sejarah, dari zaman Bung Karno sampai SBY, presiden itu selalu berasal dari Jawa. Jadi tidak mungkin Pak JK jadi presiden. Beda pendapat boleh saja kan," kata Suhardiman dalam jumpa pers di kantor DPP SOKSI, Jl Teluk Betung, Jakarta, Selasa (31/3/2009).
Menurut Suhardiman, sampai saat ini Golkar belum memutuskan seorang pun sebagai capres dari internal partai. Karena itu, semua pihak baik DPP maupun DPD diminta menghargai keputusan partai berlambang pohon beringin yang baru akan memutuskan capresnya dalam Rapimnas Golkar usai pemilu legislatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seharusnya semua mengikuti peraturan, menunggu hasil dari Rapimnas Golkar ke- 4," paparnya.
Saat ditanya mengenai kuatnya dukungan terhadap JK, Suhardiman bergeming. Menurutnya, Golkar tidak punya capres sampai sekarang, termasuk JK.
"Jadi sampai saat ini, perlu ditegaskan, Golkar belum memiliki capres. Hanya melakukan penjaringan capres saja," tegasnya.
(yid/nrl)










































