"Ya saya kira itu kemenangan akal sehat dan kemenangan masyarakat. Kalau kita bicara survei dan quick count pada dasarnya bentuk partisipasi masyarakat dalam pemilihan," ujar Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari ketika dihubungi detikcom, Selasa (31/3/2009).
Qodari menambahkan pemilihan umum ini adalah proses demokrasi oleh rakyat. Pemerintah seharusnya memfasilitasi proses demokrasi ini, bukan malah membatasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi alasan untuk melarang tidak cukup berdasar. Saya rasa data yang ada sekarang ini belum cukup mendukung asumsi itu," katanya.
Sementara tentang hitung cepat, Qodari mengatakan mekanisme itu bisa digunakan untuk mengontrol kemungkinan kecurangan. Baik yang dilakukan pihak penyelenggara atau partai politik.
"Ini bentuk kontrol terhadap kemungkinan kecurangan atau kehilangan suara. Quick count saya kira nanti akan terjadi kontrol yang berlapis," ujarnya.
Qodari menuturkan, putusan MK itu merupakan kemenangan bagi masyarakat pada umumnya, kalangan peneliti survei termasuk juga media massa. "Pemilu tanpa quick count nggak ada beda," komentarnya.
(nwk/nrl)











































