"Parpol salah pandang melihat masyarakat, mereka pikir dengan BLT masyarakat dapat dibeli. Kita harus kampanyekan 'tidak untuk parpol BLT'," kata Direktur Utama Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti kepada detikcom, Senin (30/3/2009).
Menurut Ray, iklan BLT adalah cara pendek dan pintas agar parpol kelihatan peduli di mata rakyat. Padahal, kata dia, parpol seharusnya lebih serius menyalurkan aspirasi rakyat ketimbang sekadar janji belaka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ray mengatakan, parpol sebaiknya lebih mengutamakan komitmen untuk
mensejahterakan masyarakat, dan tidak hanya memberi kesenangan sesaat.
"Pada saat yang sama parpol emoh berkomitmen memberantas korupsi dan ekonomi kemandirian," cetus Ray.
(van/aan)











































