"Kami sudah siapkan segala sesuatunya. Kalau memang rakyat menghendaki, duet SBY-Muhaimin akan kita bahas khusus dengan para kiai dan elemen rakyat setelah pemilu 9 April," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Helmy Faishal Zaini kepada detikcom, Senin (30/3/2009).
Menurut Helmy kinerja pemerintahan SBY selama ini dinilai sangat layak dipertahankan. Karena itulah, PKB siap berkoalisi dengan Partai Demokrat (PD) untuk bersama-sama meneruskan pembangunan bangsa yang saat ini telah diletakkan fondasinya oleh pemerintahan SBY-JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Helmy menambahkan sebagai kekuatan besar dalam kancah perpolitikan Indonesia, PKB harus membuktikan diri layak memimpin bangsa ini. Keberhasilan PKB dalam dua pemilu pascareformasi yang selalu menempati posisi ketiga merupakan sinyal bahwa PKB seharusnya diberi kesempatan memimpin bangsa ini.
"Semua kader harus berjuang untuk memenangkan PKB agar kita mampu meraih suara besar dalam Pemilu 2009 mendatang. Kalau PKB besar, pasti akan memiliki posisi tawar yang kuat. Dengan demikian, sangat mungkin untuk menyandingkan kader terbaik PKB dengan SBY dalam Pilpres 2009," paparnya.
Kapan waktu pastinya keputusan duet SBY-Muhaimin akan dibahas di intern PKB? "Kita sudah melakukan pertemuan dengan Pak SBY di Cikeas beberapa waktu lalu. Artinya klik sudah ada. Soal finalnya, setelah pemilu legislatif, tergantung hasil suara kita nanti," pungkasnya.
(yid/nrl)











































