suara rusak masih terus masuk ke KPU. Selain mengakibatkan keterlambatan pengiriman surat suara, hal ini juga membuat KPU sangat kerepotan.
"Harusnya target kami kemarin surat suara sampai (di kabupaten/kota), tapi itu kalau datanya kemarin. Kalau datanya baru masuk sekarang ya nggak bisa," ujar Wakil Kepala Biro Logistik KPU Boradi di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2009).
Permintaan surat suara susulan untuk ganti surat suara rusak dari daerah memang masuk secara bertahap dalam jumlah yang kecil-kecil. Bahkan ada dari 1 daerah meminta lebih dari 1 kali karena salah menghitung surat suara yang rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai misal, untuk daerah Ngawi, Jawa Timur, saat ini minta tambahan lagi
sebesar 6 ribu surat suara. Padahal sebelumnya mereka telah mengajukan permintaan. "Rupanya waktu pertama kali meminta mereka salah hitung," tutur
Boradi.
Di Dompu, Nusa Tenggara Barat, jumlah permintaan yang telat disampaikan malah lebih besar lagi, yakni 38 ribu eksemplar. Tentu saja permintaan yang 'mencicil' ini sangat merepotkan KPU.
"Kita sangat, sangat, sangat kerepotan," aku Boradi dengan penekanan.
KPU sebenarnya telah memberikan deadline untuk permintaan surat suara pengganti dari daerah, yakni 29 Maret kemarin. Namun faktanya, deadline ini tidak dipatuhi oleh daerah. Banyak yang masih meminta surat suara setelah lewat deadline.
Karena itu Boradi akan membicarakan soal deadline ini dengan Sekjen KPU. "Karena nggak mungkin kalau kita penuhi terus (permintaan dari daerah)," ungkap Boradi yang belum bisa menentukan kapan deadline berikutnya akan diberikan.
Meski begitu, Boradi optimistis penyediaan surat suara tidak akan melampaui batasan waktu yang ditetapkan undang-undang, yakni H-1 tiba di TPS. Pengadaan surat suara pemilu kali ini juga dia nilai lebih baik dibanding Pemilu 2004.
"Kalau saya sih optimistis. Ini lebih baik dari 2004. Dulu sehari sebelum pemilu masih ada surat suara yang dicetak untuk Papua. Sampai-sampai yang dari Papua tidak mau pulang tanpa membawa surat suara. Akhirnya malam harinya dibawa pakai pesawat," tutur Boradi.
(sho/anw)










































