Aksi demo tersebut dilakukan para mahasiswa mulai pukul 11.30 Wita di depan kampus mereka, Senin (30/3/2009). Para mahasiswa ini kemudian berjalan kaki menelusuri Jl Sungai Kerayan. "Tolak pemilu...tolak pemilu," teriak para mahasiswa berulangkali.
Dalam perjalanan, para mahasiswa ini membongkar sekaligus menurunkan paksa ratusan atribut caleg serta bendera parpol yang ditemukan. Berbagai atribut itu kemudian dikumpulkan di simpang tiga Jl Sungai Kerayan-Jl Pramuka yang merupakan akses masuk ke kampus Universitas Mulawarman. Setelah ditumpuk, atribut-atribut tersebut kemudian dibakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, mahasiswa menolak tegas Pemilu 2009. Mereka menilai, pemilu hanya menghambur-hamburkan uang rakyat. Apalagi produk pemilu sebelumnya tidak mampu mengubah kehidupan masyarakat dan bangsa menjadi lebih baik.
"Pemilu hanya kepentingan elit politik yang mengatasnamakan rakyat,'' tegas Dodo.
Usai melakukan aksi bakar atribut caleg, para mahasiswa juga melakukan long march ke sejumlah ruas jalan di kota Samarinda, seperti Jl M Yamin dan Jl Pramuka. Di Jl M Yamin yang juga berada di sekitar kampus mereka, mahasiswa kembali menurunkan paksa ratusan atribut caleg dan parpol. Tidak ada aparat kepolisian yang mengawal aksi tersebut.
(djo/djo)











































