"Belum ada laporan warga," ujar Sekjen DPP Organda DKI Jakarta TR Panjaitan kepada detikcom, Senin (30/3/2009).
Menurut Panjaitan, pihaknya menjamin warga ibukota tidak akan terlantar gara-gara langkanya angkutan umum. Sebab bus dan angkutan umum sudah tidak bisa disewa partai politik lagi.
"Kita sudah imbau parpol untuk tidak menyewa angkutan umum," tegas dia.
Menurut Panjaitan, ketegasan agar parpol tidak menggunakan angkutan umum reguler dilakukan setelah masyarakat kesusahan mendapatkan kendaraan umum saat kampanye Partai Demokrat (PD) pekan lalu.
"Tidak boleh pakai angkutan yang reguler. Bolehnya pakai angkutan cadangan atau bus pariwisata," imbuh Panjaitan.
Panjaitan menuturkan, jika parpol masih ada yang menyewa angkutan umum reguler, maka pihaknya akan memberikan teguran. "Itu sopirnya yang nakal. Kita akan beri teguran kepada pemiliknya," pungkas dia.
Kampanye PKS akan dipusatkan di GBK siang ini. Ribuan massa mendatangi GBK dengan menggunakan Metro Mini dan Kopaja serta bus-bus lainnya. Akibatnya jalan seperti tol dalam kota dan kawasan Senayan menjadi padat.
(nik/nrl)











































