"Kita tidak ditunggangi siapa pun. Kita dari awal komitmen untuk mengkritisi semua partai," kata Koordinator SPI Yeni Rosa Damayanti kepada detikcom, Minggu (29/3/2009) malam.
Pernyataan Yeni merupakan reaksi atas tudingan mantan Ketua Umum PKS Hidayat Nur Wahid yang menyatakan, aksi menolak poligami merupakan usaha untuk menyudutkan partainya. Hidayat juga menuding ada pihak-pihak tertentu yang menunggangi para aktivis tersebut.
Menurut Yeni, data yang ia kumpulkan tentang para caleg yang berpoligami merupakan data valid dari berbagai sumber. Namun ia mengaku, tidak semua partai terbuka dalam memberikan status anggotanya.
"Misalnya ada yang menyebutkan Alvin Lie poligami, tapi kita nggak ada bukti. Itu karena partainya yang susah memberikan data," jelas Yeni.
Oleh karena itu, kata Yeni, tidak menutup kemungkinan ada partai lain yang memiliki lebih banyak caleg yang beristri lebih dari dua. "Kita sangat menghargai jika ada yang mau memberi data tambahan dari partai lain," imbuhnya.
Menurut Yeni, sikap PKS dan PPP yang permisif terhadap poligami tidak bisa diterima oleh SPI. Namun partai lain yang menutupi calegnya yang poligami jauh lebih buruk, karena masyarakat bisa mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan nantinya.
"Khususnya bagi kaum perempuan, harusnya partai-partai itu lebih terbuka," pungkasnya.
(mad/fiq)











































