DetikNews
Senin 30 Maret 2009, 01:30 WIB

90 Persen DPT di Serawak akan Memilih Lewat Undi Pos

- detikNews
90 Persen DPT di Serawak akan Memilih Lewat Undi Pos
Serawak - Pemilihan umum lazimnya dilakukan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun, pelaksanaan pemilihan di Serawak, Malaysia akan menggunakan teknis undi pos dalam pemilu legislatif mendatang karena masalah kondisi demografis

Lebih dari 90 persen calon pemilih DPT di wilayah tersebut bakal melakukan pemilihan melalui undi pos. Tingkat keamanan suara pun menjadi sangat rawan.

\\\"Lebih dari 48 ribu WNI calon pemilih di Serawak melalui undi pos,\\\" ujar Ketua Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) wilayah Kuching, Serawak, Joko Suprapto, saat berbincang-bincang dengan detikcom<\/strong>, Minggu (29\/3\/2009).

Jumlah calon pemilih yang terdaftar dalam DPT di Serawak sebanyak 48.853 orang. Sedangkan TPS yang ditempatkan di KJRI Kuching, kata Joko, kemungkinan hanya dapat menjangkau sekitar 300 lebih calon pemilih yang kebanyakan berlatar belakang mahasiswa, ekspatriat, dan pengusaha yang tinggal di Kuching dan sekitarnya.

Sementara sebagian besar calon pemilih dalam DPT Serawak, dia mengatakan, berlatar belakang sebagai pekerja di pabrik dan ladang yang tersebar berbagai wilayah. Karena itu, lanjutnya, sangat sulit untuk menjangkau mereka melalui TPS ataupun dropping box seperti yang dilakukan PPLN di Kuala Lumpur.

\\\"Selain karena memang tidak diatur dalam peraturan, saya sebetulnya tidak terlalu mengerti yang dimaksud dropping box ini. Lagipula jika melihat kondisi geografis Serawak, teknis ini juga sulit dilakukan oleh PPLN. Karena luasnya Serawak ibarat Anyer-Panarukan. Bisa dibayangkan, perlu waktu dan SDM,\\\" jelas Joko.

Oleh karena itu, Fungsi Sosial Budaya pada Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Sarawak ini mengungkapkan, PPLN Serawak memutuskan untuk memprioritaskan melalui undi pos. Dia mengatakan, ada 150 perusahaan dan ladang yang telah berkordinasi dengan PPLN.

Seluruh perwakilan manajemen perusahaan-perusahaan tersebut sudah mengambil amplop berisi surat suara sesuai dengan jumlah pekerja masing-masing yang tercatat dalam DPT.

\\\"Semua perwakilan manajemen perusahaan sudah mengambil amplop-amplop itu dari tempat-tempat yang sudah kami tentukan, kemarin dan hari ini terakhir,\\\" katanya.

Joko kemudian menjelaskan, pada setiap amplop tertulis nama, alamat calon pemilih, nomor paspor, dan nama perusahaan. Dalam setiap amplop juga terdiri dari form C4LN, sebuah amplop kosong balasan dan amplop yang berisi surat suara. Setelah calon pemilih menyontreng dalam surat suara, lalu dimasukkan ke dalam amplop balasan yang disertai dengan form C4LN, tandatangan calon pemilih dan tanggal terima.

\\\"Kami memberi batas waktu sampai 5 April untuk pengembalian. Sebab kalau tanggal 9, kami tidak ada waktu cukup untuk mengambil seluruhnya. Sehingga hari H, kami tinggal melakukan penghitungan dan berita acara,\\\" jelas Joko.

Ironisnya, PPLN Serawak juga belum menentukan teknis dan tempat-tempat pengembalian amplop-amplop surat suara tersebut pada tanggal 5 April. Menurutnya, PPLN baru menentukan wilayah-wilayah strategis pengembalian, yaitu di wilayah Miri, Sibu, dan Bintulu.

Bahkan Joko juga memaklumi, jika teknis demikian sangat rawan tingkat keamanan dan kerahasian surat suara.

\\\"Kita memang tidak bisa menjamin 100 persen tingkat keamanan, dan berapa pengembaliannya. Kita juga tidak ada pilihan. Tapi kita harus percaya WNI kita melakukan untuk memilih, bukan berbuat curang,\\\" pungkasnya.




(rmd/mad)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed