"Kalau kalian melihat perbandingan bagaimana pemerintahan saya dengan yang lalu?" pinta Ketum PDIP Megawati pada kampanyenya di lapangan Kayubihi, Bangli, Bali, Minggu (29/3/2009).
"Saya bukan presiden 5 tahun tapi 3 tahun, efektif 2,5 tahun. Rakyat harus melihat pemerintahan sekarang normal 5 tahun. Coba bandingkan dengan keyakinan, dengan cerdas, dimana-mana dibandingkan dengan saya, apakah harga lebih baik pada zaman saya atau sekarang, coba jawab?" kata Megawati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga sembako di sini murah atau mahal, hayo ibu?," pancing Megawati. "Mahal," teriak massa.
"Ini karena jalan pemerintahan tidak seperti saya. Saya tidak ingin sombong tapi itu fakta. Artinya yang saya lakukan konsisten untuk kepentingan rakyat banyak," kata mantan presiden Megawati.
Megawati pun membantah jika iklan sembako murah milik PDIP disebut mengelabui dan membohongi rakyat.
Menurutnya, Sembako yang akan diperjuangkan bukan dengan menurunkan harganya tetapi meningkatkan daya beli masyarakat.
"Kalo beras Rp 1.000 tapi daya beli 5 perak tetap saja 1.000 perak mahal. Jika beras Rp 10 ribu, tetapi kesejahteraan masyarakat setiap hari kantongi Rp 100 ribu, beras 10 ribu tetap murah. Bukan
harga yang naik turun kayak yoyo, tapi daya beli dinaikkan," katanya.
Meskipun mengklaim sukses menjadi presiden, namun Megawati kalah pada pilres 2004 dengan SBY "Sayang rakyat ragu-ragu sama presiden perempuan," ujarnya. (gds/iy)











































